rumor

Senin, 25 Juni 2012

Ketika Cinta Bertasbih

"dzikir didalam hati tanda nikmat dikedalaman sanubari, jiwa seakan terbang menerawang langit-langit batas alam fikiran, kata_kata serupa jewantahkan asa yang terangkum pada rasa. kuasa sang pencipta adalah akhir dari semua tanya". Tetaplah indah... seperti indahnya "pelangi " dihatimu.

Kala sang alam mulai terlelap , Hening terasa tiada terucap suatu kata , Terlihat kerlip lembut bintang disana Membuat rindu ini semakin merona.


Kutermangu dalam kesunyian , Tenggelam dalam kebisuan , Desir sang bayu mengusap wajah berikan ketenangan , Parasmu jelas tergambar di pelupuk mata .

Ingin kurengkuh sosok bayanganmu , Namun bayangan hanyalah bayangan , Kurasakan kebekuan menyusup setiap jengkal aliran darah , Kuhela nafas panjang tuk redakan segala sesak , Saat kutatap sang rembulan .

Hatiku berbisik “aku rindu dia,
Akankah dia tahu aku merindukannya ?”
Tanpa sadar setitik air mata jatuh
Mengiring kerinduan yang tak tertahankan lagi

Kembali ku berbisik lirih dengan kepala tertunduk .

“aku sayang dia, aku rindu dia”

Kenangan masa indah yang pernah terajut kembali membayang

Oh Tuhan…

Aku amat merindukannya


Nuansa hati selalu berubah tanpa batas, waktu Menelusuri keasingan dalam lembah yg semu, Seluruh penghuni alam berdzikir tanpa rasa jemu .

Namun keetika Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda‐noda nafsu. Anehnya, semakin ia meratap embun‐embun cinta itu semakin deras mengalir. Rasa
cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan azab‐Nya. Rasa cinta dan rindunya pada Tuhan. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Dalam puncak munajatnya .

Aku mencintaimu
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.

AkuTak pernah lelah
Menanggung beban derita
AkuTak pernah lelah
Menghisap luka

Aku mencintaimu
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa

Aku mencintaimu
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga


Aku Mencintaimu
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Mengharumkan mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah yang nyala

Aku tak kuasa menahan sedih dan air mataku , Aku tak kuasa menahan rasa sedih yang berselimut rasa cinta dan sayang padanya. Kupegang tangannya dan kuciumi. Kupegang keningnya yang hangat.


Aku ingin mengatakan aku cinta padanya. Tapi entah kenapa melihat sorot matanya yang bening aku tidak berani mengatakannya. Tenggorokanku tercekat. Mulutku terkunci hanya hati yang berbicara tanpa suara. Tapi aku berjanji akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya padanya. Aku ingin menikah dengannya. Dan aku akan mengikuti semua keinginannya. Aku sangat mencintainya seperti seorang penyembah mencintai yang disembahnya. Memang memendam rasa cinta sangat menyiksa tapi sangat mengasyikkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar